Banyak pertanyaan seperti di atas yang muncul di klinik. Seorang wanita yang telah disakiti oleh pacarnya menanyakan pada saya, “Mungkinkah dengan hipnoterapi saya bisa melupakan pacar saya?”. Ada juga seorang suami setengah baya, “Saya ingin melupakan selingkuhan saya, pak. Saya menyadari bahwa apa yang saya lakukan selama ini ternyata memang salah”. Ada juga seorang ibu rumah tangga, “Saya ingin melupakan mantan selingkuhan saya, pak. Bayangan itu selalu muncul dalam pikiran saya sehingga pekerjaan saya terganggu”. Dan sebagainya.
Setiap saya memberikan pelatihan biasanya ada pertanyaan dari salah seorang peserta, “Mungkinkah kita menghapus memori kita? Memformatnya, seperti hardisk computer?”
Bila ada pertanyaan seperti itu, saya biasa menjawab, “Bila ada orang yang bisa membersihkan ingatan atau memori saya. Saya akan belajar padanya. Serius.” Saya meneruskan sambil bercanda, “Dan kemampuan menghilangkan memori ini akan saya lakukan terutama sebelum saya meninggal dunia. Saya akan membersihkan memori-memori kotor dan hal-hal yang jelek dalam diri saya, supaya semua memori saya bagus dan baik. Sehingga kalau nanti saya mati, waktu di akhirat nanti, hal-hal jelek dalam pikiran saya sudah hilang sehingga waktu Allah memeriksa saya, saya terbebas dari amal-amal jelek saya...... Saya rasa itu mustahil”
Atau ada yang mengatakan bahwa kita bisa menghilangkan memori dengan mengamputasi amygdala (suatu bagian dari sistem limbic di otak yang mengatur emosi dan menyimpan memori). Sama, dengan pernyataan di atas, nanti waktu saya meninggal, amygdala saya diamputasi saja, supaya tidak ada memori apapun dalam diri saya, sehingga nanti Allah terkejut ketika memeriksa saya, ternyata saya tidak ada memori apapun! Itu juga mustahil!
Saya lebih cenderung mengatakan bukan memori kita yang hilang, tetapi penurunan kemampuan kita untuk mengakses memori (mengingat) tersebut. Penurunan kemampuan ini dipengaruhi faktor psikologis dan fisiologis.








Anda tahu kupu-kupu?




