Sejarah Hypnosis
Berdasarkan pictograph yang ada, penggunaan hypnosis sudah ada sejak lama sebelum sejarah itu sendiri dicatat.Di Eber Papyrus yang telah berusia kurang lebih 3000 tahun mengkisahkan seorang peramal Yunani yang menggunakan teknik hypnosis dalam pekerjaannya. Dalam lembar papyrus Yunani diceritakan adanya suatu kuil pengobatan dimana seorang pendeta melalukan pengobatan dengan mengucapkan suatu kata-kata kepada pasien yang telah dibuat tidur dengan induksi. Di dinding kuil di India digambarkan suatu proses pengobatan pada saat pasien dalam kondisi trans dengan melalui suatu tarian atau gerakan-gerakan ritmis dalam acara ritual penyembuhan. Pada sekitar tahun 1500 an Paracelcus memperkenalkan suatu istilah Magnetisme, yaitu dengan magnet seseorang dapat disembuhkan penyakitnya, seperti halnya yang ia lakukan kepada pasien-pasiennya.
Cairan yang tidak mengalir dengan lancar, mungkin karena tersumbat, menyebabkan manusia menjadi tidak sehat baik mental maupun fisik. Untuk itu Mesmer menggunakan magnet untuk melepaskan sumbatan aliran cairan tadi. Istilah ini dinamakan Animal Magnetism.
Metoda terapi yang dilakukan Mesmer adalah dengan mengisi penuh sebuah bak dengan air lalu diisi besi. Pasien yang ingin diobati diminta memegang besi dalam bak air itu. Jika pasiennya lebih dari satu, mereka diminta memegang tali yang menghubungkan satu sama lain dengan maksud agar energi magnet tersebut mengalir ke tiap tubuh pasien. Kemudian, pada saat pengobatan Mesmer melakukan suatu drama yang amat teatrikal dibantu dengan permainan kepulan asap dan cermin. Hal ini membuat pasien yang ada menjadi hanyut dan larut dalam imajinasi drama teatrikal tersebut sehingga bahkan ada beberapa di antaranya yang menjadi trance dimana tubuhnya bergoncang hebat! Kadang-kadang ada juga yang terhalusinasi oleh drama itu sehingga melihat seolah-olah tangan Mesmer mengeluarkan asap saat Mesmer menggerak-gerakkan tangannya di udara dan mengarahkannya ke bak. Pasien yang trance tadi kemudian disentuh oleh Mesmer dan kemudian dinyatakan telah sembuh.
Ia dipanggil oleh komisi Akademi Kedokteran Perancis yang dikepalai oleh Benjamin Franklin, dimana anggotanya termasuk Dr. Joseph Guillotine dan Antoine Lavoisier, si ahli kimia, atas permintaan King Louis XVI, untuk menyelidiki keilmiahan dari metoda Animal Magnetism yang dianut mesmer itu.
Dari pertemuan itu akhirnya diisimpulkanlah oleh lembaga tersebut, bahwa MESMER TIDAK MENGELUARKAN KEKUATAN APAPUN ! . Mesmer tidak mengeluarkan apapun dari tangannya. Tanpa magnetisme seperti yang biasa dilakukan Mesmer, pasien dapat juga menjadi trance dan sembuh. Malahan ada, seperti yang diamati oleh Benjamin Franklin, ada seorang pasien yang menyentuh suatu benda, yang katanya telah dialiri energi magnet Mesmer, tidak sembuh sama sekali. Tanpa permainan drama treatrikal seperti yang dilakukan Mesmer, magnetisme tidak terjadi. Sehingga disimpulkan pula bahwa cairan magnetis tidak ada!
Animal magnetisme tidak ada! Mesmer tidak menggunakan kesaktian apapun dalam menyembuhkan pasiennya. Pasien sembuh karena terimajinasi sehingga larut dalam suatu drama treatrikal....!!! Sejak saat itu Mesmer terkucilkan dan pindah ke luar kota dan akhirnya meninggal dengan tenang di Swiss. Tetapi pengikut Mesmer pada saat itu sudah terlanjur banyak. Beberapa orang di antaranya adalah pendeta Katolik bernama Fr. Joseph Gassner, yang melakukan mesmerisme melalui kegiatan ritual.
Dr. John Elliotson (1791-1868) dan Dr. James Esdaile (1808-1859) menggunakan mesmerisme sebagai alat anesthesia. Lebih dari seratus orang yang telah dia obati dengan cara hypnosis mesmer ini. Tetapi metoda dengan hypnosis ini menjadi tidak populer lagi setelah ditemukannya chloroform, selain mendapat pertentangan dari gereja ortodoks bahwa menurut mereka Tuhan sudah melengkapi manusia dengan rasa sakit sehingga rasa sakit tidak boleh dihilangkan.
Pada tahun 1940 an Jung dan Clark Hull juga telah mengembangkan hypnosis. Mereka masih berpendapat bahwa proses hypnosis harus dilakukan secara otoriter (perintah) agar klien mengikuti apa yang dikehendaki oleh therapist. Jung tidak mau melanjutkan hal ini karena dia tidak ingin memaksakan kehendak dirinya kepada klien.
Pada tahun-tahun ini, hypnosis tidak berkembang dengan baik. Hal ini terjadi karena setiap orang-orang terkenal di atas berangapan bahwa dalam proses hypnosis, yang hebat adalah hypnotistnya atau orang yang melakukan hypnosis dan bukan kliennya yang dihypnosis. Dengan kekuatannya, mereka menggunakan pola otoriter kepada kliennya. Mereka menganggap dirinya mempunyai kekuatan hebat atau kesaktian sehingga dengan ucapan verbalnya saja seorang pasien dapat sembuh.
Selama enam puluh tahun, M. Erickson rata-rata menghypnosis 14 orang per harinya! Dengan berbagai macam teknik yang dilakukan Erickson, prosentasi orang yang dapat dihipnosis dalam suatu komunitas menjadi naik. Orangnya sangat kocak, bahkan dengan non verbal pun dia dapat menghypnosis orang lain cukup hanya dengan bersalaman saja. Akibatnya banyak teman-teman dekat Erickson tidak mau bersalaman dengannya karena takut dihypnosis.
Atas jasanya, maka hypnosis dapat diterima oleh Asosiasi Medis Amerika dan Asosiasi Psikiatris Amerika sebagai alat terapi sejak tahun 1958.
Milton H. Erickson sering disebut sebagai Master of Communication padahal dia seorang yang disleksia waktu masa remajanya, buta warna, dan polio sehingga dia lumpuh. Dengan hanya berkomunikasi verbal atau non verbal yang benar, orang dapat terhypnosis olehnya. Hal inilah yang kemudian dipelajari oleh Richard Bandler dan John Grinder dalam mengembangkan NLP (Neuro Lingusitic Programing) yang saat ini sangat poluper.
Orang lainnya adalah Gil Boyne, Charles Tebbets (yang disebut sebagai Grandfather of Modern Hypnosis), John Kappas, dll.
| < Sebelumnya |
|---|













