1. Apakah hypnotherapy itu?
Hypnotherapy adalah proses terapi yang menggunakan metoda hypnosis.
2. Apakah hypnosis itu?
Hypnosis adalah suatu keadaan dimana kita dapat berimajinasi dengan mudah. “Seolah-olah” apa yang diimajinasikan tersebut nyata. Keadaan ini dapat dicapai pada saat pikiran kita tidak dicampuri oleh pikiran kritis dan analisis. Pada hypnotherapi moderen, hypnosis berfungsi untuk mengarahkan seorang klien mencapai keadaan dimana dia dapat berimajinasi dengan mudah sehingga wawasannya terbuka, sehingga klien dapat lebih arif dalam menyelesaikan masalahnya.
3. Biasanya hypnosis dikaitkan dengan “trance”. Apakah trance itu?
Hypnosis biasa dikaitkan dengan keadaan trance. Keadaan trance yaitu suatu keadaan dimana diri kita larut dengan suatu tindakan, sehingga seolah kita tidak menyadari apa yang sedang kita lakukan (padahal kita sedang sadar). Apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang sedang kita imajinasikan atau sedang “seolah-olah” mengalami sesuatu hal secara nyata.
Contoh: Ketika anda menonton film, anda ikut menangis terlarut dengan isi cerita. Anda tidak menyadari apa yang terjadi pada diri anda (wajah menjadi sedih, mungkin keluarnya air mata, dan sebagainya).
Ketika anda membaca buku novel yang menarik, sampai-sampai anda tidak menyadari lagi posisi duduk anda yang sudah berubah. Dsb.
4. Apa saja yang dilakukan dalam proses hypnotherapy?
Yang pertama perlu diketahui adalah, bahwa seorang hypnotherapist TIDAK MENGINTERVENSI NILAI-NILAI kepada kliennya (seperti nilai-nilai yang benar atau yang salah, yang seharusnya atau yang dlarang, dsb.) atas permasalahan yang diahadapi kliennya sekarang, kecuali dia ahlinya (seperti ustadz, pastor, konselor, pendidik, ahli gizi, dokter, dsb). Orang yang datang ke hypnotherapy biasanya adalah orang-orang yang “belum mampu”, “belum bisa”, atau “belum tahu” cara mengendalikan dirinya sendiri. Sehingga, ketika dia datang ke hypnotherapy, bawah sadarnya seolah mengatakan, “Pak hypnotherapist, tolonglah saya, agar saya mampu mengendalikan diri saya sendiri”. Hal ini dapat terjadi karena biasanya klien tidak mengetahui nilai-nilai yang melandasi permasalahannya saat ini, sehingga dia pun sulit menemukan penyelesaiannya. Tugas seorang hypnotherapistlah untuk mengajak kliennya menggali penyebab utama masalahnya dan menunjukannya kepada klien, sehingga klien paham dan mengerti dan mampu menyelesaikannya sendiri. Jadi, hypnotherapist hanyalah seorang fasilitator bagi klien.
5. Apakah proses hypnosis dalam hypnoterapy sama persis seperti yang sering kita lihat di televisi yaitu orang di buat tidur lalu diberi sugesti-sugesti lalu dia berubah seperti apa yang disugestikan oleh sang penghypnotist, sehingga apakah berarti juga semua sugesti tersebut diterima mentah-mentah?
Pendekatan hypnotherapy SANGAT BERBEDA dengan pendekatan hypnosis seperti yang ada di panggung. Manusia tidak akan menerima mentah-mentah sugesti yang diberikan. Setiap manusia mempunyai nilai dasar, motivasi, keinginan, dan ‘belief system’ atau ‘self image’ masing-masing yang terbentuk dari pengalaman hidupnya. Proses hypnosis atau sugesti oleh seorang hypnotist tidak akan berjalan atau diterima bila bertentangan dengan nilai dasar, motivasi, keinginan, dan ‘belief system’ atau tidak ada dalam data base memory klien. Sehingga, suatu proses hypnosis dikendalikan oleh klien sendiri, sepenuhnya. Mengapa di panggung bisa? Sang penghypnosis pandai memanfaatkan motivasi tersembunyi dari orang yang dihypnosis, seperti motivasi, senang tampil, senang berbicara di depan umum, dsb. Percayalah, apabila pada dasarnya orang yang akan dihypnosis memiliki nilai, misalnya, tampil di depan publik merupakan suatu perbuatan yang tidak sopan, maka proses hypnosisnya pun akan terhambat.
Selain itu, hypnosis panggung tidak menyinggung nilai-nilai dasar pembentukan perilaku, tetapi hanya bermain di “kulit”. Jadi sangat besar kemungkinannya, setelah perilaku seseorang “diubah” di hypnosis panggung, orang yang dihypnosis tersebut akan kembali ke perilaku asalnya meskipn tanpa proses rehypnosis. Contoh sederhana: Memberhentikan orang merokok dengan gaya hypnosis panggung, sama dengan membuat orang berhenti merokok sementara dia melakukan rapat (di mana di rapat itu ada peraturan dilarang merokok).
Meskipun hypnos berarti tidur, tujuan hypnotherapy bukanlah tidur, tetapi menyelesaikan masalahnya.
6. Bagaimana halnya dengan “gendam” pinggir jalan, apakah mirip dengan hypnosis panggung?
Ya. Yang digunakan penggendam adalah nilai sosial yang mungkin dimiliki oleh orang yang terhypnosis. Gendam dengan cara langsung minta uang, padahal nilai orang yang digendam adalah, misalnya pelit dan tidak pernah memberi uang seperserpun, maka proses gendam akan terhambat.
7. Lalu, apa fungsi si hypnotist atau hypnotherapist dalam proses terapi? Sekali lagi. Dia hanya seorang fasilitator atau pembimbing yang membawa klien untuk mendapatkan solusinya sendiri dalam menyelesaikan masalahnya. Hal ini sebenarnya dapat dilakukan sendiri oleh klien. Namun, untuk beberapa orang, untuk menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa dibantu orang lain sangatlah sulit. Seperti halnya kita dapat memijat bagian tubuh kita sendiri jika sedang pegal, tetapi untuk orang tertentu lebih enak jika dia dipijat oleh ahlinya dan dia cukup diam santai saja.
8. Apakah fungsi hypnosis dalam therapy ini?
Dimanapun, proses hypnosis adalah BANGUN dan SADAR. Justru pada saat terhypnosis, pikiran orang sangat kreatif. Proses ini “mirip” seperti ketika kita sedang melamunkan atau berimajinasi sesuatu. Untuk orang tertentu, ketika dalam keadaan penuh berimajinasi, biasanya badannya sangat rileks, santai, dan matanya tertutup. Sehingga, orang lain yang melihatnya, seperti tidur. Yang tidur adalah fisiknya (rileks, santai, dsb), tetapi pikirannya tidak! Ingat, inipun tidak berlaku pada semua orang, karena ada juga orang yang justru menggerak-gerakkan badannya dan matanya terbuka penuh ketika sedang beimajinasi, seperti halnya anak-anak.
Hypnosis hanya membantu seorang klien untuk menjadi lebih rileks, nyaman dan santai sehingga dapat mengemukakan masalahnya dengan mudah. Dan mungkin saja, setelah klien mengungkapkan masalahnya, dia mendapatkan penyelesaiannya sendiri. Dalam keadaan santai dan rileks, tentu saja kita menjadi lebih lapang untuk berpikir mengenai diri kita.
9. Apa perbedaan Hypnotherapy, Psikologi, dan Psikiatri atau dokter?
Hypnotherapy hanyalah salah bagian dari pskologi maupun psikiatri maupun kedokteran. Pada Psikologi, lebih banyak berbicara mengenai sebab dan akibat, karena memiliki perangkat yang sangat lengkap. Sedangkan hynotherapy hanyalah merupakan “katalisator” dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Psikiatri lebih banyak berhubungan dengan dunia medis dan kedokteran.
Berbeda juga dengan seorang Psikiater, seorang Hypnotherapist TIDAK MEMBERIKAN OBAT sama sekali. Oleh karena itu orang-orang yang datang ke hypnotherapist BUKAN orang yang sakit sehingga disebut sebagai klien.
10. Apa yang ingin dicapai dalam hypnotherapy? Klien dapat mengendalikan dirinya dengan lebih baik, dan nyaman dengan keadaan yang dialaminya. Orang yang dapat mengendalikan dirinya dengan baik dan dengan perasaan nyaman sehingga tidak menimbulkan efek apapun pada dirinya tidak perlu datang ke suatu klinik hypnotherapy.
11. Apakah perilaku yang diubah dalam hypnotherapy dapat permanen? Hypnotherapy membantu memperkuat perilaku dan meningkatkan motivasi yang diinginkan klien dalam menghadapi suatu permasalahan, sehingga apabila klien benar-benar memiliki keinginan untuk berubah, perubahan itu pasti permanen, kecuali klien berkeinginan keras untuk kembali ke perilaku lamanya.
12. Permanen? Apabila salah satu kasus telah selesai dan klien sudah dapat mengendalikan diri, tetapi kemudian klien terkena kasus lainnya. Apakah klien harus terapi lagi? Setiap manusia mempunyai jiwa yang sangat bebas dan unik, untuk menghadapi suatu hal yang sama persis 100% pun, respons kita belum tentu sama, apalagi untuk masalah yang berbeda. Tetapi, apabila kita termasuk orang yang pandai mengambil manfaat tentu dalam menghadapi hal yang lain, tentunya kita telah belajar untuk diri kita sehingga minimal kita mengetahui apa yang harus kita perbuat.
13. Berapa kali kah suatu sesi hypnotherapy dapat menyelesaikan suatu masalah? Jika lebih dari satu sesi, apa saja? Sekali lagi, jiwa setiap manusia sangat unik. Pada saat pertemuan pertama, seorang klien baru mengetahui atau baru mengenal hypnotherapistnya serta baru mengungkapkan masalahnya, sebaliknya si hypnotherapist juga baru mengenal klien dan baru mengetahui kasus klien. Pada sesi pertama ini, biasanya klien diperkenalkan suatu arah solusi yang dibutuhkan oleh klien sendiri. (Tentunya tergantung pada klien sendiri, apakah dia menganggap apa yang disampaikannya adalah akar masalah atau hanya suatu symptom saja). Sehingga sangat jarang sekali dalam satu sesi saja sudah dapat menyelesaikan permasalahan, kecuali self-motivation klien sangat tinggi. Sesi beriktnya adalah “feed back” dari hasil terapi sesi pertama. Jika hasil terapi pertama sudah menunjukkan “track” yang diinginkan klien, berarti terapi kedua hanyalah pemberdayaan, dan terapi ketiga adalah penutupan. Bila hasil terapi pertama belum ke arah “track” yang diinginkan, berarti harus dilakukan eksplorasi lagi. Hal ini bisa terjadi, oleh karena dinamisnya pikiran manusia, tiba-tiba di benak klien terlintas suatu hal baru lagi yang ternyata di luar bahasan eksplorasi pada terapi pertama, sehingga klien perlu mendiskusikannya lagi dengan therapist. Ingat, hypnotherapist dilarang memaksakan kehendaknya, semua adalah kendali klien sendiri!
14. Berapakah jarak yang baik antara sesi? Disarankan tidak lebih cepat dari tiga hari, namun semua ini tergantung pada fungsi terapinya. Mengapa tidak lebih cepat dari 3 hari? Layaknya anak yang baru belajar jalan, sekali-sekali kita harus melepaskannya supaya belajar jalan sendiri, demikian juga pada proses hypnotherapy, klien dilepaskan agar dapat belajar sendiri untuk mengendalikan diri.
15. Jenis kasus apa saja yang dapat diselesaikan dengan hypnotherapy? Kasus-kasus yang besifat non medis, seperti stress, anxiety (kecemasan yang berlebihan), trauma, depresi, rasa rendah diri atau percaya diri, Phobia (ketakutan pada hal tertentu), kebiasaan buruk (alkohol, rokok, dsb), pembentukan badan (weight management), kleptomania, masalah sex, motivasi, pemberdayaan, dll. Sedangkan untuk kasus-kasus medis, hypnotherapy berperan sebagai alat bantu proses penyembuhan seperti pengendalian rasa sakit (pain management), motivasi, pemberdayaan diri, dll. Selain itu, hypnotherapy dapat dipergunakan sebagai alat bantu dalam bidang kedokteran seperti Birth Control Management, Pain Management, Pre and After Surgery Management, dll.
|