Monday, 11 March 2013 15:44
There are many experts, institutions, or associations defined A Hypnotic States. Milton H. Erickson said it is an alternate state of consciousness where a person becomes more aware and responsive to such idea. British Medical Association (1955) defines it as "A temporary condition of altered attention in the subject which may be induced by another person and in which a variety of phenomena may appear spontaneously or in response to verbal or other stimuli. These phenomena include alterations in consciousness and memory, increased susceptibility to suggestion, and the production in the subject of responses and ideas unfamiliar to him in his usual state of mind.” And many other definitions given by experts, which in essence, hypnosis is a state where a person is being influenced by something. Based on my experience with the method of delivering therapeutic hypnosis to thousands of people with mental issues since 2002, I find that people can be influenced by something (that consciousness is altered) if the person already has a reference to that influence (in his Values System) in his/ her mind, formed by learning from entire of his/ her life. Therefore, with due regard to the terminology proposed by the experts, I complete the definition of Hypnotic State such as follows:
A natural psychological phenomenon in which a person is influenced by something (so that his mind is altered), because he has a reference in his Values System (which is formed as a result of interaction between the Spiritual Values brought from the beginning of his life and the environment surrounding him as as he learns about the world) to respond to a stimulus both from the outside world (external reality) or from within (internal reality) and to react (psychologically and physiologically-directly or indirectly) to his altered mind.
Or in brief: "Being influenced as his reference to respond and to react"
Based on this definition, then the control owner of hypnosis is the subject itself, not others the hypnotist. Therefore, the process of hypnosis is self hypnosis. The controls how to respond and how to react. And the reaction he can fly of flight to the stimulus depending on the references he had. It needs to be understood, from the above definition, is that a person can be hypnotized if and only if there is refference already in his Values System. Why? The reference in the Values System determines how people behave. Suppose a man who all his life had never known the word "relax", then when he was asked to relax he will not react whatsoever- not hypnotized! In contrast, if the reference word "relax" already exists in his Values System, then when he was asked to "relax", he will behave relax. In technical terms, a hypnotic state often referred to as a trance.
In addition, because he was able to respond, then hypnosis state is awake or even aware as Milton Erickson said above. So, NOT SLEEP!. Then, we are hypnotized everyday, as Stephen Heller said, "There's No Such Thing as Hypnosis?"
Hypnotize is a way (art / techniques / methods) to communicate both verbal and non-verbal with persuasive (inviting someone to be influenced), suggestive (conveying information to the recipient) and effective (take an effect to the recipients), so that people is hypnotized. The basic process of hypnosis is communication. Therefore it can be said that where there is communication, that's where hypnosis occurs.
So, the fact that parents have hpnotized their children everyday. The communicate with their children everyday. I always say to any parents, especially in my "Hypnosis for Parenting" trainings, even though I am a professional hypnoterapist, the most severe hypnotist for a child is his or her parents. A children become something now, of course, because of their parents contributions.
Last Updated on Monday, 11 March 2013 15:55
Tuesday, 05 June 2007 17:19
There are no translations available.
-
"Better Life With Hypnotherapy"
Pelatihan komplimen yang tepat bagi metoda-metoda pemberdayaan diri yang pernah anda lakukan, sehingga meningkatkan kualitas diri anda menjadi lebih bermakna.
Latar Belakang:Sebagian dari kita pasti memiliki masalah. Sekarang, tergantung bagaimana menyikapi masalah tersebut. Ketidak mampuan menghadapi masalah yang secara terus menerus terjadi biasanya akan menimbulkan hambatan-hambatan mental yang akhirnya dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari (seperti tidak percaya diri, cemas, tegang, dan sebagainya). Apakah kita akan terus terjebak dalam keadaan seperti ini? Mampukah kita memberdayakan diri sehingga kita mampu mengaktualisasikan diri kita untuk mampu mengendalkan mental kita terhadap setiap situasi? Banyak metode yang digunakan untuk melakukan pemberdayaan diri (seperti melalui pendekatan spiritual, religius, meditasi, yoga dan sebagainya), yang pada intinya bertujuan sama, yaitu menggali potensi diri. Pelatihan ini merupakan salah satu komplimen yang tepat bagi metoda-metoda pemberdayaan diri yang pernah anda lakukan, sehingga meningkatkan kualitas diri anda menjadi lebih bermakna. Tujuan:Kita tahu bagaimana kita mentransformasikan diri dari suatu keadaan/ kondisi mental saat ini (yang ingin kita ubah), menjadi suatu keadaan/ kondisi mental yang lebih baik sesuai dengan harapan sendiri (mampu mengatur dan mengelola diri setiap menghadapi permasalahan), menggunakan sumber-sumber dan potensi yang dimiliki sendiri. Manfaat:Dengan mengetahui cara mentransformasikan diri, maka seseorang diharapkan mampu mengelola dan mengendalikan diri untuk lebih kreatif, lebih fleksibel, dan lebih ulet etiap menghadapi suatu situasi atau permasalahan. Sehingga, secara tidak langsung orang tersebut lebih mampu untuk beraktualisasi dan kualitas hidupnyapun meningkat. Bagi siapa?Siapapun, Individu atau Kelompok yang merasa perlu untuk meningkatkan kualitas dirinya Silabus:
- Konsep Hypnosis secara singkat
- Nugroho’s Quadrant of Response
- Magical Words
- Anchoring
- Setup Commitment To Change
- Self Transformation
Waktu?3 jam efektif Metoda Penyelenggaraan?IN-HOUSE. Artinya, tempat dan snack (bila ada) disediakan oleh kelompok. Pelatihan ini disediakan bagi kelompok atau komunitas, oleh karena itu dikenakan biaya paket. Biaya?Untuk kelompok sampai dengan 5 orang, biaya Rp. 1.500.000 per orang Untuk kelompok 5 - 10 orang, dikenakan biaya paket sebesar Rp. 12.000.000,- Untuk lebih dari 10 orang, maka orang ke-11 dan seterusnya dikenakan biaya Rp. 750.000,- per orang (anda sudah otomatis mendapatkan Audio CD bimbingan Self Hypnosis seharga Rp. 250.000,-) Catatan: Biaya di atas tidak termasuk biaya transportasi dan akomodasi trainer untuk di luar Jakarta Untuk info lebih lanjut hubungi:0816972603 atau 0818150543 Atau melalui email
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
atau
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
(tolong sampaikan anda mendapat informasi dari web site ini)
Last Updated on Friday, 08 March 2013 08:57
|
Friday, 12 April 2013 21:56
There are no translations available. Mungkin kalimat di bawah tidak 100% manjur, tapi –minimal- sudah menurunkan derajat ketidak tepatan berkomunikasi. dan Intonasi pun berperan

Contoh Percakapan-1:
+ “Mandi, nak!” = “Tunggu bunda”, anak mengatakannya sambil melakukan sesuatu pekerjaan, misalnya sedang nonton televisi, mungkin akan melanjutkan dengan, “Aku sedang asyik acara televisinya nih” + “Naak, mandi!” = “Iya, ich bunda ini gimana sich, tunggu dulu”, anak masih melanjutkan kegiatannya. + “Naak!”, ibu makin jengkel, mungkin anak bertambah malas mendengarkan.
Yang lebih baik: + “Nak, mandi dulu!” = “Tunggu bunda”, anak mengatakannya sambil melakukan sesuatu pekerjaan, misalnya sedang nonton televisi, mungkin akan melanjutkan dengan, “Aku sedang asyik acara televisinya nih” + “Kamu BOLEH nonton televisi kok. KARENA nanti sewaktu iklan kamu mandi DAN SETELAH itu kalau kamu mau meneruskan lagi silakan”. = “Iya,bu. Tunggu iklan dulu”
Atau
+ “Kamu boleh nonton kok, siapa bilang tidak boleh. Kamu bisa mandi sekarang, atau nanti sewaktu iklan. SETELAH mandi, mau nonton lagi silakan”
Contoh percakapan-2
“Wah, Zidane itu orang yang hebat lho!” (Langsung menentukan “role model” yang belum tentu disukai)
+ “Siapa orang yang paling kamu sukai?” = “Michael Jordan” (ternyata yang disukai Michael Jordan). + “Tentunya, kamu bisa menceritakan apa yang membuat kamu suka. Ayah ingin tahu” Anak bercerita. + “Wah, ayah yakin kamu bisa sehebat dia KARENA kamu menyukai dia”
Contoh percakapan-3
Menunjukkan rasa tidak suka atas suatu hal, padahal di sisi lain hal tersebut penting dan diperlukan untuk anak-anak. Seperti menganjurkan sesuatu hal kepada anak dimana kita sendiri tidak suka atau sedang mengurangi. + “Bunda suka susu?” Respons umum bila tidak suka: = “Tidak, bunda takut kegemukan”. (Padahal, susu sangat penting untuk anak-anak).
Yang lebih baik: + “Bunda suka susu?” = “Kamu tahu kan. Bunda pernah sebesar kamu dan minum susu. Bunda berhenti minum susu setelah bunda dewasa”.
oleh: NSK Nugroho MCH CHT
Last Updated on Friday, 12 April 2013 23:09
Saturday, 01 December 2012 19:03
There are no translations available. Hubungan antara masalah medis, masalah psikologis, serta peran hypnotherapy dalam penyelesaian psikologis dan pengobatan medis, dapat dipetakan sebagai berikut:

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa dan bagaimana permasalahan ini terjadi dan bagaimana mengatasinya, baik bagi diri sendiri maupun kepada orang lain, beserta contoh-contoh penanganannya dengan pendekatan moderen, ikuti Pelatihan Hypnotherapy Profesional sampai tingkat MCH (Master) bersertifikasi yang diakui secara nasional, Anda akan mendapatkan kunci-kunci penyelesaian suatu masalah!
Untuk mengetahui pelatihan tersebut, silahkan klik di sini
Last Updated on Saturday, 01 December 2012 19:39
|